DJBC Kepri Berhasil Selamatkan 1,4 Triliun Uang Negara

Karimun, beritakarimun.com – DJBC Kepri Mengumpulkan Penerimaan Negara 1,4 Triliun dan Menyelamatkan Kerugian Negara 40 Miliar Sepanjang 2016.

Selama periode tahun 2016, Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau telah berhasil mencatatkan trend positif dalam hal pencapaian penerimaan, penindakan dan penanganan barang hasil penindakan. Untuk capaian penerimaan, berhasil mengumpulkan penerimaan sebesar 1,4 Triliun yang berasal dari bea masuk, cukai, dan pajak dalam rangka impor lainnya serta lelang barang hasil penindakan.

Sedangkan untuk sektor pengawasan, Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau telah berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar 40 Miliar yang merupakan hasil 280 kali penindakan, yang terdiri dari 27 kali penindakan Operasi Halilintar Barang Kena Cukai (BKC), 15 kali penindakan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP), 119 kali penindakan dalam rangka penindakan patroli darat dan 119 kali penindakan dalam rangka patroli laut.

Selain itu juga melakukan pemeriksaan terhadap 821 kapal dan melakukan penyegelan terhadap 65 kapal untuk mengamankan penerimaan negara.

Menurut Kepala kantor wilayah bea dan cukai kepulauan riau,Parjiya dalam jumpa pers (12/1/) mengatakan, Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau juga berkontribusi untuk membantu masyarakat tidak mampu yang berada di wilayah kerjanya dengan melakukan hibah atas barang-barang hasil penindakan yang dibutuhkan masyarakat diantaranya hibah 173 ton bawang merah, 131 ton beras, 19 ton gula dan berbagai macam perabot rumah tangga untuk masyarakat tidak mampu di Kab. Karimun, Kab. Lingga, Kota Tanjung Pinang, Kab. Meranti dan Kab. Dharmasraya yang disalurkan melalui dinas sosial pemerintah kabupaten, yayasan sosial dan panti asuhan di masing-masing kabupaten.

Berbagai capaian kinerja diatas merupakan hasil kerja keras Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau dalam mengamankan penerimaan negara, melindungi industri dan perekonomian dalam negeri, dan juga melindungi generasi muda penerus bangsa.

Parjiya juga menambahkan untuk penangkapan kapal penyelundupan cukup signifikan aksi penegahan naik di bandingkan tahun 2015,dalam laporan hasil patroli laut Bea dan Cukai  tahun 2016,sebagai berikut :

-Jumlah kapal diperiksa 821
-Jumlah kapal disegel 65
-Jumlah kapal ditegah 118

Sedangkan data untuk tahun 2015 :

-Jumlah kapal diperiksa 445
-Jumlah kapal disegel 85
-Jumlah kapal ditegah 77

(Agus Siswanto)