Narkoba Kian Rawan di Lingkaran PNS dan Honorer Karimun

Karimun, beritakarimun.com – Kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Hang Jebat Kelurahan Tanjung Berlian Kota Kecamatan Kundur Utara, belum lama ini (5/1) oleh tenaga honorer  Dispenda TK I Provinsi Kepri di Tanjung Batu Kundur yang mabuk narkoba pada saat mengemudi, membuat Ketua Laskar Anti Narkoba Muslimat NU kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani mengajak pemerintah untuk menjadikan pelajaran, agar dapat mengetatkan pengawasan terhadap tenaga PNS maupun honorer Kabupaten Karimun khususnya.

Ketua Laskar Anti Narkoba Muslimat NU kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani berharap kepada Pemerintah Kabupaten Karimun agar tetap selalu mengawasi PNS maupun pegawai honorer sehingga tidak ada satupun yang terpengaruh dari bahaya narkoba.

“Saya berharap, pemerintah dapat lebih mengawasi seluruh PNS maupun honorer agar terarah dan tidak melakukan hal-hal yang buruk yang dapat merugikan orang lain, contohnya seperti kejadian pada salah seorang tenaga honorer yang pernah menabrak hingga korban meninggal dunia. Menurut informasi, kejadian tersebut terjadi karena honorer itu dalam keadaan mabuk narkoba.” Ujar Nyimas.

Nyimas mengatakan, Kabupaten Karimun sudah termasuk darurat narkoba yang harus di waspadai, selain di kalangan masyarakat, kalangan pemerintah daerah juga harus di perhatikan karena kalangan pemerintah bisa  merupakan contoh bagi masyarakat setempat.

“Tenaga kerja di kalangan pemerintah perlu di awasi dengan ketat. Intinya lakukan tes urine, tapi yang benar-benar serius, jangan PNS saja yang di tes, pegawai honorer juga harus dites dan benar-benar di saring, bila perlu 6 bulan sekali agar prilaku pekerja di kalangan pemerintah dapat terbukti dan terarah, sehingga dapat menjadi contoh yang baik untuk masyarakat.” ungkap Nyimas yang juga sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Karimun.

Sebagai aktifis keagamaan dan aktifis anti narkoba, Nyimas sangat berharap agar petugas seperti kepolisian serta BNN yang memiliki wewenang untuk mensosialisasikan bahaya narkoba, datang ke pulau-pulau untuk mensosialisasikan bahaya dan sanksi bagi pelanggarnya.(Nichita Bella)