Ribuan Handphone Merk Xiaomi Asal Singapura di Amankan DJBC Kepri

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Speed Boat Azimut muatan ribuan handphone merk Xiaomi asal singapura tujuan Tembilahan berhasil ditegah tim patroli laut DJBC Khusus Kepri, di Perairan Kepala Jerih, belum lama ini (2/1),

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Khusus Kepri, Parjiya mengatakan, meskipun sebagian masyarakat sibuk merayakan natal dan tahun baru 2017, namun pihaknya tetap berupaya melakukan pengawasan untuk menjaga wilayah perairan di kawasan kerjanya dengan ketat.

“Pengawasan kami tidaklah mengendor sedikitpun, sehingga pada saat sebagian masyarakat sedang merayakan natal dan tahun baru, kami tetap waspada di laut tentu nya. Pengawasan kami telah menghasilkan 4 kali penindakan pada awal tahun, salah satunya penindakan terhadap sebuah speedboat Azimut  dengan muatan berupa ribuan handphone merk Xiaomi pada hari kedua di tahun 2017 lalu.” ungkap Parjiya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan Sarana dan Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri, Raden Evy Suharyanto menambahkan kronologis penangkapan kapal bermuatan handphone yang merk nya sedang mendunia itu.

“Kapal Patroli BC-1305 melakukan penegahan terhadap Speed Boat Azimut di Perairan Kepala Jerih dari Singapura menuju tembilahan, senin siang (2/1). Pada saat kejadian, kapal tersebut melarikan diri dan di kejar hingga diberikan 2 kali tembakkan peringatan pada mesin kapal. Nahkoda kapal kemudian mengkandaskan kapal itu dan dengan cepatnya kabur loncat dari kapal, pada saat kejadian, keadaan cuaca sedang hujan lebat sehingga sulit untuk petugas patroli menemukan nahkoda itu, namun masih akan terus kami cari.” ungkap Evy.

Evy juga mengatakan, Pada speedboat itu, ada 4 orang abk kapal yang tiarap dan menyerahkan diri saat petugas patroli mengeluarkan tembakan ke arah mesin kapal. Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal tersebut tidak dilengkapi dokumen kepabeanan yang sah.

“Setelah diperiksa, kapal tersebut memuat 140 karton handphone merk Xiaomi, dan  masing-masing karton terdapat 20 pcs handphone, dengan total keseluruhan handphone berjumlah 2800 pcs. Guna pemeriksaan lebih lanjut, kapal, muatan, beserta Abk digiring dan diserahterimakan ke Kanwil DJBC Khusus Kepri dan ditangani oleh bidang penyidikan dan barang hasil penindakan.” jelas Evy.

Perkiraan nilai barang sekitar Rp6.480.000.000,-. Untuk perkiraan kerugian negara sekitar Rp 1.134.000.000,- serta merugikan perekonomian dan industri dalam negeri. Dalam penindakan ini, diduga melanggar pasal 102 huruf (a) UU No. 17 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 10 tahun 1995 tentang kepabeanan. Sedangkan barang bukti yang ditegah, nantinya akan dimusnahkan karena menurut peraturan tidak bisa dihibahkan. (Nichita Bella)