2016 DJBC Khusus Kepri Selamatkan Rp 52 Miliar Untuk Negara

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Upaya nyata DJBC Khusus Kepri dalam bersinergi untuk menjaga wilayah perairan Indonesia, terbukti dengan 185 kapal penyelundup dari berbagai jenis muatan yang berhasil diamankan oleh tim Patroli Laut Bea Cukai Kepri sepanjang 2016, sehingga berhasil mengumpulkan keuntungan untuk Negara sebesar Rp52 Miliar.

Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, senin (02/01) Parjiya mengatakan, sepanjang tahun 2016, pihaknya telah berupaya melakukan berbagai Operasi Patroli Laut, baik yang dilakukan secara mandiri, secara terpadu dengan instansi lain, maupun operasi yang bergandengan dengan Negara Malaysia.

“Sepanjang tahun 2016, tim Patroli kami telah melakukan berbagai macam Operasi Patroli Laut seperti, Patroli Rutin dan Operasi Gerhana yang dilakukan secara mandiri oleh Patroli Laut Bea Cukai Kepri, Operasi bersama Bakamla Nusantara, serta Operasi yang  Terkoordinasi dengan Negara Malaysia yang disebut Patkor Kastima, dengan tujuan utama yang merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI, Bapak Joko Widodo untuk  melakukan upaya mencegah aksi penyelundupan di Perairan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura.” Ujar Parjiya.

Parjiya mengatakan, selain rutin melakukan Patroli Laut, KWBC Khusus Kepri dan Satuan Kerja dibawahnya juga melaksanakan Patroli Darat dan telah berhasil melakukan 13 kali penindakan Narkotika, Psikotropika dan Lainnya, berupa Heroin 7,86 gram, Methamphetamine 3.294,61 gram, dan 2.979 butir Ekstasi dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp 4 miliar. Kemudian untuk penindakan di bidang cukai dengan sandi Operasi Halilintar yang dilaksanakan  01 September hingga 31 Desember 2016 dan telah berhasil melakukan 20 kali Penindakan atas Barang illegal berupa MMEA dan Tembakau dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp500 juta dan kerugian Negara yang berhasil diamankan sebesar  Rp1,3 Miliar.

“Keseluruhan nilai barang dari 192 Kapal yang berhasil diamankan adalah sebesar Rp110 miliar, dengan nilai potensi kerugian negara sebesar Rp52 miliar. Hasil tegahan yang menonjol selama periode tahun 2016 adalah penindakan Ekspor Pasir Timah dan BBM illegal, serta Penindakan Impor Ilegal Ammonium Nitrat, yang seluruh penindakan di lakukan di perairan Laut Natuna,” jelas Parjiya.

Sementara, Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi DJBC Khusus Kepri , senin (02/01) Raden Evy Suhartantyo, mengatakan, Pengamanan tersebut juga merupakan bentuk upaya perlindungan terhadap industri, lingkungan hidup, ekonomi, perdagangan dalam negeri dan perlindungan terhadap petani Indonesia.

“Patroli Laut Operasi Gerhana yang dilakukan 2 periode sejak 07 April-07 Mei 2016 dan dilanjutkan kembali 06 Juni- 21 Juli 2016,  merupakan patroli laut terpadu di bawah koordinasi Subdirektorat Patroli Laut Direktorat P2 antara Kanwil DJBC Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Sumatera Barat, dan KPP Bea Cukai Tipe B Batam yang meliputi 16 kantor DJBC di Wilayah Sumatera yang didukung 29 kapal Patroli serta 579 personil, yang berhasil melakukan 77 kali Penindakan diantaranya 43 kali penindakan di bidang impor yang didominasi komoditi bawang impor ilegal, 2 (dua) kali penindakan pasir timah, 30 kasus pelanggaran FTZ komoditi BKC Hasil Tembakau dan sebanyak 2 (dua) penindakan human traffic (TKI Ilegal),
Dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp 45 miliar dan kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 14 miliar,” kata Evy.

Evy menjelaskan, Bea Cukai Kepri juga mendukung pelaksanaan Operasi Bersama Bakamla Nusantara VIII yang berlangsung pada tanggal 10 Oktober hingga 29 Oktober 2016 dengan mengirimkan 1(satu) Kapal Patroli Bea Cukai FPB 28 M, dengan menghasilkan 1 kali penindakan Impor dengan komoditi bawang merah dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp100 juta, sementara kerugian Negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp30 juta.

“Selain itu, kami juga melaksanakan Patroli Laut Terkoordinasi Kastam Indonesia – Malaysia (PATKOR KASTIMA) yang dilaksanakan 2 periode sejak 07 September hingga 22 September 2016 dan dilanjutkan pada 07 November hingga 22 November 2016. Hasilnya, sebanyak 32 kali penindakan diantaranya merupakan 10 kali penindakan komoditi bawang impor ilegal, 5 kali penindakan komoditi kayu ilegal, 15 kasus pelanggaran FTZ berupa barang campuran dan sebanyak 2 penindakan human traffic (TKI Ilegal), dengan Perkiraan nillai barang Rp 3.5 miliar dan kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar  Rp 1 miliar,” katanya.

Sedangkan Operasi yang dilaksanakan secara rutin di wilayah pengawasan, menghasilkan 82 kali Penindakan, diantaranya 60 kali Penindakan di bidang Impor, 9 penindakan di bidang ekspor, dan 13 kali penindakan atas kasus FTZ dengan perkiraan nilai barang mencapai  Rp78,5 miliar dan kerugian Negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp35 miliar.

Untuk hasil tegahan yang paling dominan sepanjang periode tahun 2016 adalah komoditi bawang impor ilegal asal malaysia yang mencapai 1.371 ton dengan nilai barang mencapai Rp38 Miliar. Hal ini membuktikan keberhasilan yang luar biasa, atas kerja keras serta keseriusan yang diupayakan pihak Bea Cukai Kepri terhadap aksi memberantas tidakan para penyelundup nakal yang selama ini menjadi musuh negara. (Nichita Bella)