2016 Angka Perceraian di Karimun Menurun

Karimun, beritakarimun.com – Sebanyak 300 lebih pasangan rumah tangga yang bercerai sepanjang tahun 2016. Jumlah tersebut dinilai sedikit menurun dibanding tahun 2015 lalu mencapai angka 400 lebih pasangan yang bercerai.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Kabupaten Karimun, Afrizal mengatakan, alasannya rata-rata dari perceraian dikarenakan tidak ada kecocokan dan sering terjadi pertengkaran dalam rumah tangga, faktor ekonomi, perselingkuhan.

“Tapi yang paling banyak adalah pasangan suami istri yang tidak sejalan dan sering terjadinya pertengkaran. Sehingga kebanyakan dari angka perceraian setiap tahunnya pihak perempuan yang meminta bercerai atau biasa disebut cerai gugat,” ucap Afrizal, Selasa (3/1) di Kantor Kanmenag Karimun.

Sedangkan jumlah pernikahan ditahun 2016 mencapai 1800 sampai 2000 pasangan. Adapun jumlah terbanyak kasus perceraian berada di Pulau Karimun yang terdiri dari empat Kecamatan, yakni Kecamatan Karimun, Kecamatan Meral, Kecamatan Meral Barat dan Kecamatan Tebing. Namun Afrizal mengaku tidak ingat angka per masing-masing Kecamatan.

Mengatasi agar angka perceraian tidak terus meingkat, Kanmenag pun telah melakukan beberapa langkah seperti pembinaan melalui BP4.

“Sebelum menikah, pasangan yang akan melangsungkan walimahtul urusy kita bekali dengan pembinaan dulu. Bagaimaan mereka mendirikan rumah tangga yang harus mengamalkan ilmu agama, menegakkan sholat lima waktu bersama suami istri,” Ujarnya.(Acok)