Hati-Hati Saat Membeli Terompet Tahun Baru

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – menurut fakta yang jarang diperhatikan masyarakat sekitar,bahwa sebatang terompet yang selalu diperjual belikan, yang dipakai saat perayaan tahun baru, pastinya telah melalui berbagai uji mulut, hal ini membuat kepala dinas kesehatan Kabupaten Karimun, mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan bakteri yang sangat mudah menyebar terutama terhadap anak-anak yang rentan dengan penyakit.

Pada penutupan tahun 2016, tentunya banyak diantara saudara-saudara kita, anak-anak kita, dan hampir seluruh penduduk bumi ikut merayakan tahun baru dengan berbagai macam cara, salah satu bentuk memeriahkannya dengan membunyikan suara terompet  di penghujung tahun 2016, dan seperti yang kita lihat sejak tahun-tahun sebelumnya, penjual terompet sudah berserakan di pinggir jalan raya jelang perayaan natal dan tahun baru.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi mengatakan, banyak hal yang membuat masyarakat tidak sadar dengan aktifitas bakteri jahat menyebar yang tak terlihat oleh kasat mata, contoh nya saja dengan uji coba terompet dari mulut ke mulut yang dapat menularkan berbagai macam virus penyakit.

“Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa sebatang terompet pasti telah melalui berbagai uji mulut seperti uji mulut saat  pembuatanya, uji mulut oleh penjualnya, serta uji mulut para calon pembeli yang sekedar pilih-pilih. Namun kita tidak mengetahui kondisi kesehatan orang yang mencoba meniup terompet itu.” ungkap Rachmadi.

Kemungkinan bisa jadi mereka mengidap TBC Paru, kanker mulut, kanker lidah, kanker darah, hepatitis, penyakit-penyakit menular yang lain atau bahkan mengidap virus HIV/aids.

“Bayangkanlah betapa cepatnya penyebaran virus yang tak terlihat mata itu, tentunya kita musti mengantisipasi hal itu sebelum menggunakannya, peran serta orang tua itu penting untuk mengawasi anak-anak nya, salah satu cara yaitu dengan selalu membersihkan ujung terompet terlebih dahulu, seperti menggunakan tisu basah atau bila perlu antiseptik, setidaknya hal tersebut dapat mengurangi resiko peremajaan penyakit yang akan mengidap pada tubuh.” ujar Rachmadi.

Dalam hal ini, Rachmadi juga mengimbau kepada para penjual terompet, agar dapat selalu mensterilkan terompet yang akan di jual, setidaknya menjaga kebersihan terompet, agar tidak ada anak Karimun yang mengidap penyakit yang dapat menular dari tempat ditiupnya terompet. (Nic)