Masyarakat Karimun dan Kepri Wajib Rawat Uang Baru

Karimun, beritakarimun.com – Dengan diluncurkannya uang baru yang desainnya didasari oleh kebhinekaaan atau keragaman Indonesia, yang diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, di gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Senin (19/12) lalu, diharapkan pemeliharaan serta perawatan agar uang tersebut bisa layak dalam jangka waktu yang lama.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang (UU Mata Uang), Rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI. Rupiah merupakan salah satu simbol kedaulatan negara yang wajib dihormati dan dibanggakan oleh seluruh warga negara Indonesia.

“Sudah menjadi kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia, untuk menggunakan uang Rupiah dalam setiap transaksi di wilayah NKRI termasuk di daerah terpencil dan daerah terluar Indonesia. Penghargaan warga negara Indonesia pada mata uangnya sendiri diharapkan semakin mendorong berdaulatnya Rupiah di negeri sendiri.” ungkap Deputi Kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rino Is Triyanto, rabu (21/12) sore.

Rino mengatakan, masyarakat diminta untuk begitu memahami ciri-ciri dari uang yang diluncurkan oleh Bank Indonesia, agar tidak terjebak dengan penipuan yang dikhawatirkan tiba-tiba berdatangan nantinya.

“Masyarakat kita minta untuk memahami ciri-ciri keaslian uang rupiah baru yang sudah diberikan oleh Bank Indonesia, tentunya dengan cara yang sama seperti melihat keaslian pada uang lama, yakni dengan cara dilihat, diraba, diterawang (3D).” katanya.

Rino meminta kepada masyarakat untuk selalu menjaga dan memelihara uang yang dikeluarkan Bank Indonesia dengan baik, sehingga dapat selalu menjadi uang layak dalam jangka waktu yang lama.

“Untuk memeliharanya, masyarakat diminta untuk tidak mencoret-coret, menjadikan Souvenir degan menekuk-nekuk, menstaples atau menggambar di atasnya, lebih baik pakai dompet panjang untuk menyimpan uang kertas dari pada langsung dimasukkan kantong celana atau baju yg berpotensi menjadi lusuh.” ungkap Rino.

Adapun Kesebelas uang Rupiah TE 2016 terdiri dari 7 (tujuh) pecahan uang Rupiah kertas dan 4 (empat) pecahan uang Rupiah logam. Uang Rupiah kertas terdiri dari pecahan Rp100.000 TE 2016, Rp50.000 TE 2016, Rp20.000 TE 2016, Rp10.000 TE 2016, Rp5.000 TE 2016, Rp2.000 TE 2016 dan Rp1.000 TE 2016. Sementara itu, untuk uang Rupiah logam terdiri dari pecahan Rp1.000 TE 2016, Rp500 TE 2016, Rp200 TE 2016 dan Rp100 TE 2016. (Nichita Bella)