Ternyata Warga Karimun Banyak Menyimpan Uang Lusuh dan Uang Koin

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Ratusan masyarakat Karimun, berbondong-bondong menukarkan uang lusuh dan uang koinnya dengan uang kertas yang layak edar, sekitar 400an juta rupiah, pada acara Gerakan Anti Uang Lusuh (GAUL) dan Ayo Peduli Koin (APIK), yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau di Coastal Area, kemarin siang (17/12).

Deputi Kepala perwakilan bank indonesia provinsi kepulauan riau, sabtu (17/12) pagi,  Rino Is Triyanto mengatakan, hasil penukaran uang lusuh dan logam yang ditukarkan masyarakat nantinya akan dimusnahkan.

“Untuk uang kertas yang berhasil terkumpul, nanti akan dibawa ke kantor Bank Indonesia Provinsi Kepri untuk dimusnahkan, sedangkan yang logam akan dilakukan pemusnahan di Bank Indonesia yang ada di Jakarta, karena Bank Indonesia Provinsi Kepri belum memiliki alat pemusnahan yang logam”. ungkap Rino.

Rino mengatakan, tidak semua uang yang terkumpul itu akan dimusnahkan, namun akan dipilah terlebih dahulu, dan akan diedarkan kembali uang yang menurut tingkat kelayakan masih bisa dipergunakan.

“Hasil penukaran akan dipilah menjadi dua bagian, bagian uang layak edar dan uang tidak layak edar, baik itu kertas atau logam, dengan berbagai macam pecahan. Untuk uang kertas yang masih layak edar, akan kita edarkan lagi ke masyarakat, itu cara kita memberikan efek sehat dan efek bersih kepada masyarakat.” jelas Rino.

Sementara, Ketua panitia penyelenggara, Randy Lintjewas mengatakan, untuk total transaksi penukaran  uang yang dihitung untuk masyarakat Karimun berjumlah ratusan juta rupiah.

“Untuk total transaksi uang lusuh dan uang koin di Karimun kurang lebih, sekitar 400 juta dengan jumlah penukar sekitar 200 orang, namun dari 400 juta tersebut belum bisa dipastikan perincian berapa uang logam dan berapa uang kertas yang ditukarkan masyarakat, karna masih dalam pemisahan ,  kegiatan ini digelar di Batam, Tanjung Pinang, dan Karimun. dan diantara ketiga kota tersebut, Tanjung Pinang adalah merupakan kota dengan penukaran uang terbanyak.

“Untuk Tanjung Pinang total transaksi uang lusuh dan uang koin kurang lebih sekitar 630 jutaan Rupiah, dengan rincian 30 juta Rupiah uang koin dan 600 juta Rupiah uang lusuh. Untuk Batam, total transaksi penukaran 120 juta Rupiah dengan rincian 80 juta Rupiah uang koin dan 40 juta Rupiah uang lusuh, sedangkan Karimun sekitar 400 jutaan Rupiah, dan masih dalam pemisahan sehingga belum dapat dirincikan.” jelas Randi.

Rino menambahkan, untuk tahun ini selesai sudah kegiatan GAUL dan APIK, kemungkinan besar di tahun depan akan dilakukan kembali di kota-kota wilayah Kepri lainnya, selama kegiatan berlangsung, tidak ada kendala yg berarti dan semua berjalan lancar. (Nichita Bella)