Pasang CCTV 24 Jam, Puskesmas Tanjung Balai Tingkatkan Pengawasan

Karimun, Beritakarimun.com – Puskesmas Tanjung balai Karimun terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan memberikan kepuasan kepada para pasien yang berobat. Untuk meningkatkan semua kepentingan bagi pasian, salah satu puskesmas tertua di Kabupaten Karimun itu membuat terobosan baru dengan memasang kamera Closed Circuit Television (CCTV) pada beberapa titik pelayanan.

Kepala Puskesmas Tanjung balai, Ade Kristiawan mengatakan, seluruh tim kerja di Puskesmas Tanjungbalai dapat memantau melalui ponsel pintar mereka, dengan mengunduh aplikasi pada ponselnya. Sedangkan pemantauan melalui CCTV baru dimulai sejak kemarin pagi dan diruang kerjanya sendiri telah disipakan satu unit televisi pemantau pergerakan pada titik yang dipasang.

“Tujuan kami memasang CCTV adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan, karena se Tanjung balai Karimun sejak Januari 2016 kami sudah menjadi Puskesmas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Yang mindsetnya adalah pelayanan harus lebih bagus dari pada Puskesmas yang belum berstatus BLUD. Dengan ini maka seluruh pegawai dan tim kerja disini akan terus dipantau selama 24,” terang ade di ruang kerjanya, Rabu (14/12).

Ade mengklaim bahwa Puskesmas Tanjung balai merupakan satu-satunya fasilitas kesehatan ditingkat Kecamatan se Kabupaten Karimun yang menggunakan CCTV, dengan tujuan utama meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Tujuan lain kata Ade adalah untuk mempertanggungjawabkan kinerja jika suatu waktu ada yang tidak sesuai dengan fakta, kemudian mencegah mal praktek meskipun kasus tersebut sampai saat ini tidak terjadi di Puskesmas Tanjungbalai. Kemudian mencegah tindak kejahatan, memberikan rasa nyaman pasien dan staf.

Adapun titik-titik pemasangan CCTV dan bisa dipantau 24 jam antara lain adalah parkiran, ruangan IGD, ruang tunggu pasien,lorong kelas VIP, loket kasir yang kegiatannya 24 jam, lorong kelas I, lorong kelas II, ruangan keuangan, depan puskesmas, kamar paling belakang atau kelas III dan lorong kamar untuk melahirkan.

Sedangkan respon dari para staf dan jajaran di Puskesmas Tanjungbalai mengaku sangat bagus, apa lagi kinerja mereka jadi terpantau dan bisa membuktikan kalau mereka betul-betul bekerja.

“Dari CCTV ini juga kita bisa melihat transparansi pelayanan kami dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” katanya.

Perlunya pemasangan CCTV lanjut Ade, dikarenakan sejak berubah status menjadi BLUD per Januari 2016, pasien yang berobat di Puskesmas Tanjungbalai terus membludak, dalam sehari rata-rata mencapai 150 sampai 200 pasien rawat jalan. Belum lagi pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) setiap harinya rata-rata 30 pasien yang ditangani.

“Pasien umum yang berobat jalan dalam satu bulan saja per November mencapai 900 lebih hampir 1000, kemudian sejak 1 Desember hingga 12 Desember sudah tercatat 400 pasien. Ini menandakan perlunya kami membuat terobosan baru demi kenyamanan pasien. Dan anggaran dari CCTV ini bersumber dari BLUD. Harapan kami agar pelayanan disini semakin baik dan pasien pun semakin nyaman untuk berobat,” terangnya.(Acok)