Kapolres Armaini Kaget, Ada Warga Karimun Ikut Aksi 212 di Jakarta

Karimun, beritakarimun.com – Pemkab Karimun melalui pengurus Masjid Agung Kabupaten Karimun menggelar istighotsah bersama aparat TNI dan Polri, yang diawali dengan sholat Jumat.

Agenda yang diwarnai dengan doa dan zikir bersama itu juga dihadiri para ibu-ibu majelis taklim Kabupaten Karimun. Yang kemudian diakhiri dengan doa dan muhasabah bersama dipandu oleh Ustadz Zulfan Batubara.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, kegiatan tersebut juga diperintahkan terhadap seluruh masjid se Kabupaten Karimun, dengan tembusan melalui Kantor Kementerian Agama (Kanmenag).

Menurut orang nomor satu di karimun tersebut, doa dan istighotsah yang digelar kemarin siang adalah dalam rangka memanjatkan doa kepada Allah SWT agar kondisi bangsa ini dalam keadaan aman, tentram dan kondusif, termasuk juga menodakan Kabupaten Karimun bumi berazam.

“Agenda ini adalah dalam rangka solidaritas kita sesama umat muslim, dimana saudara-sudara kita ditanah air dari berbagai penjuru berkumpul di ibu kota Jakarta, yang jumlahnya sangat luarbiasa, juataan orang. Tentunya kalau tidak dalam iman yang kuat dengan kondisi kedamaian yang diridhoi Allah SWT, dipastikan akan menimbulkan dampak-dampak yang tidak kita inginkan terjadi di negara ini,” ungkapnya.

Rafiq juga mengatakan mengajak masyarakat agar berdoa semoga apa yang diinginkan oleh umat muslim dapat tercapati, artinya proses hukum soal penistaan agama oleh Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang saat ini tengah ditangani agar dapat ditegakkan dan kita sama-sama menghormati proses hukum yang sudah berjalan.

Dari kegiatan istigotsah tersebut diharapkan agar terciptanya rasa solidaritas, rasa kebersamaan dalam kekeluargaan dalam hidup berdampingan sesama umat beragama, saling menghormati dan menghargai dalam bingkai NKRI. Sehingga semua akan aman, tertib dan damai, yang kemudian akan menjadi negara yang diridhoi Allah.

Sementara itu Kapolres Karimun, AKBP Armaini terkejut mendapatkan laporan mengenai adanya warga Karimun yang berangkat ke Jakarta untuk ikut dalam aksi bela Islam jilid III di Monas. Armaini menyebutkan masyarakat yang berangkat ke jakarta tidak terkoordinir.

“Kalaupun ada itu jamaah tabligh yang memiliki agenda tersendiri di Bogor hari itu,” Tuturnya.(Acok)