Dua Penumpang Speedboat Gertiga Tewas di Telan Gelombang Hantu

sebarkan:

Kundur, beritakarimun.com – Akibat gelombang Bono atau gelombang Hantu karna pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat air pasang,Speedboat Gertiga yang mengangkut 23 penumpang dari Tanjung Batu, Kabupaten Karimun, Rabu (30/11) menuju Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, tenggelam di perairan Kampar.

Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Sahata Sitorus mengatakan, speedboat yang tenggelam itu berangkat dari Tanjungbatu pagi hari menuju Kampar, Riau.

“Sekira pkl. 11.30 Wib, Speedboat melintasi perairan sungai Kampar antara Sei Turip dengan Tanjung baubau. Nah saat bersamaan gelombang Bono muncul dekat Speedboat,” ujar Sitorus.

Sitorus menambahkan, karena adanya gelombang Hantu, kapten speedboat mencoba mengikuti arah arus gelombang dan mempercepat laju speedboat untuk menerobos gelombang itu.

“Karena gelombang cukup deras dan tinggi, Speedboat tersebut tidak stabil sehingga menyebabkan Speedboat terbalik,” tambah Sitorus.

Dua penumpang yang ditemukan tewas adalah Julianto (31) warga Sukajadi RT 02/RW 01, Kecamatan Siberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Satu korban lagi ialah Muhamad Syairozi (32) asal Desa Tunas Karya Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara. Sementara, penumpang yang hilang Nur (34) warga Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti dan Abdul Fayat (11) dari Teluk Meranti.

identitas 17 penumpang yang berhasil selamat berdasarkan manifest speed boat tersebut adalah Sudirman, Toni Horman, Evi, Azmi, Haryono, Bernard Nainggolan, Usman, Karman, Jamri, Mangip Sinaga, Sarifin, I Hasanah, Muhammad Fauzan, Rahman, Pendi, Safaruddin dan Rupika Sulastri.

Nakhoda dan dua orang anak buah kapal (ABK) atas nama Rifai (41) dan Dalek (31)  merupakan warga Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, Karimun. (Nichita Bella)