Istri Almarhum Ramli Tahanan DJBC Kepri Dapat Kapal Tegahan

Karimun, beritakarimun.com – Sarinah alias Ina (40) istri dari almarhum Ramli bin Arifin (41) tak kuasa menahan tangis saat mendatangi Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kepri di Kecamatan Meral, Senin pagi (21/11) bersama kerabatnya.

Kedatangannya yang didampingi oleh Ketua Laskar Melayur Bersatu (LMB) Provinsi Kepri Datuk Panglima Muda Azman Zainal, dengan maksud menyampaikan keluh kesah pasca meninggalnya sang suami saat masih berstatus sebagai tahanan titipan dari DJBC Kepri di Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun pada 1 November kemarin.

Tangis Ina semakin pecah ketika Kabid Penyidikan DJBC Kepri, Winarko menjelaskan beberapa hal terkait tahanan titipan yang merupakan suami dari Ina dan meninggal dunia karena sakit komplikasi.

Usai menghadiri pertemuan tersebut, Ina semakin tersedu saat menyalami salah satu staf Winarko bernama Nuzriwan.

“Saya masih merasa trauma dan sangat kehilangan suami. Anak saya yang bungsu Aulia (9) juga sangat terpukul bahkan dia merasa masih belum paham kalau ayahnya sudah tidak ada (meninggal-red) dan masih mencari-cari,” ucap Ina.

Saat ini, Ina mengaku belum tahu bagaimana cara menutupi kebutuhan dia dan kedua anaknya Aulia dan Saprizal (13). Sementara saat masih hidup bersama almarhum, kebutuhannya saja masih sulit untuk tercukupi, apa lagi ketika suaminya telah meninggal dunia.

“Saya belum tahu mau bagaimana untuk mencukupi kebutuhan anak-anak. Sedangkan saya memang tidak bisa kerja karena sakit, sehingga yang mencari nafkah hanya almarhum suami. Tapi harapan saya saat ini sudah tidak ada, anak kami sudah jadi yatim,” ungkap ina.

Sementara itu, Kabid Penyidikan DJBC Kepri, Winarko menjelaskan, almarhum Ramli bin Arifin ditangkap karena membawa kayu 1100 batang kayu teki tanpa dilengkapi dokumen dari kampung asalnya, Kabupaten Kepulauan Meranti tujuan Malaysia dan ditangkap pada pertengahan Oktober kemarin.

“Saat ditangkap dan dititipkan di Rutan Kelas II Tanjung balai Karimun, almarhum tidak ada mengeluhkan sakit. Tapi tidak berapa lama beberapa hari ternyata dia sakit dan diperiksakan ke RSUD Muhammad Sani Kabupaten Karimun dengan diagnosa dokter bahwa menderita ginjal. Kemudian kami koordinasikan ke pihak keluarganya agar cuci darah tapi tidak mau, sehingga dengan kondisi sakit yang diderita tidak dilakukan penanganan medis yang maksimal dan memang sempat diopname, tapi akhirnya meninggal dunia,” ungkap Winarko.

Disinggung bahwa permintaan dari ahli waris agar ada perhatian yang lebih terhadap keluarga yang ditinggalkan, karena memiliki anak yang masih kecil dan sekolah, Winarko mengaku memang saat ini telah memberikan bantuan berupa kapal tegahan yang digunakan tersangka, dengan maksud agar dapat dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup ahliwaris, atau dapat menjadi sumber penghasilan.(Acok)