Upacara Sumpah Pemuda Kepala SKPD Karimun Banyak Tidak Hadir

Karimun, beritakarimun.com – Upacara peringatan hari sumpah pemuda ke 88 di halaman Kantor Bupati, Jum’at (28/10) hanya dihadiri sekitar seperempat Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Karimun. Akibatnya banyak bangku kosong pada deretan FKPD dan SKPD dalam upacara tersebut.

Pelaksana Tugas (PLt) Sekda Karimun, Muhammad Firmansyah saat dikonfirmasi usai bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan, memang ada beberapa kepala SKPD yang tidak hadir namun kebanyakan yang tidak hadir memang tidak ada keterangan, hanya tiga yang melaporkan ketidakhadirannya terkait upacara yang digelar tadi pagi.

Disinggung apakah dikarenakan tidak adanya Bupati dan Wakil Bupati yang kemudian inspektur upacara diambil alih oleh dirinya selaku PLt Sekda yang menjadi inspektur upacara, sehingga banyak kepala SKPD yang tak hadir, Firmansyah membantah hal tersebut.

Namun Firmansyah juga mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengambil tindakan, dengan alasan karena hanya sebatas PLt Sekda. Sehingga ia berjanji ketika nanti betul-betul telah terpilih Sekda Defenitif maka tatanan pemerintahan akan dibenahi, termasuk tingkat kehadiran pegawai harus lebih baik lagi.

“Saya tidak tahu yang lain kemana, yang menyampaikan izin kepada saya tadi hanya tiga kepala SKPD,” ucap Firmansyah.

Tiga SKPD yang melaporkan tidak hadir dengan keterangan izin antra lain adalah Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Karimun, Suryaminsyah karena ada kesibukan membawa penari dangkong ke Tanjungpinang, Kepala Badan Perbatasan, Swedi sedang rapat perbatasan di Batam dan PLt Asisten II menghadiri rapat di Pekanbaru.

Sementara dalam penyampaian amanatnya pada upacara tersebut, Firmansyah membacakan pidato dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Menurutnya, hari ini adalah hari kebangkitan anak muda Indonesia. Dengan kemajuan teknologi, pemuda-pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke terus bergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran bangsa Indonesia, terutama dimata dunia.

“Rasanya tidak cukup jika harus menuliskan semua nama pemuda Indonesia yang hari ini mengharukan nama negara kita di kancah internasional. Beberapa nama pemuda yang dikenal dan berprestasi tentunya hanyalah contoh kecil untuk mengingat kembali pesan Bung Karno, bahwa dengan pemuda yang hebat kita benar-benar bisa menaklukkan dunia,” Ujar Firman.

Dihari sumpah pemuda ini Firman mengajak kepada seluruh pemuda agar membuktikan dalam sejarah Indonesia, bahwa untuk kesekian kalinya pemuda Indonesia menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia. Bonus demografi menjadi kesempatan kita satu-satunya untuk memastikan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia, menjadi negara maju sejajar dengan negara-negara besar lainnya.

“Didepan mata kita ada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Perdagangan bebas Asia serta dunia. Saatnya pemuda Indonesia membangun visi yang besar menatap dunia,” tuturnya.(Acok)