Pakai Baju Partai Saat Sidak, Gubernur Kepri di Bully Netizen Kepri

Karimun, beritakarimun.com – Kehadiran Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di Pelabuhan Malarko,di desa pelambung, kecamatan tebing, Kabupaten Karimun dengan mengunakan aktribut partai menjadi buah bibir dikalangan sosial media.

Sidak yang dilakukan orang nomor satu di kepulauan riau tersebut sedikit aneh, pasalnya kehadiran orang nomor satu di kepulauan riau tersebut tanpa ada staff dan ironinya lagi gubernur kepri itu memakai atribut partai.

Dihadapan wartawan yang meliput, gubernur kepri mengatakan Menteri Perhubungan memberikan perhatian khusus untuk penyelesaian Pelabuhan Malarko dan perluasan Bandara Raja Haji Abdullah di Sei Bati.

“Saya kemarin berjumpa dengan menteri dan beliau sangat menyayangkan sudah lima tahun pembangunan tidak kunjung selesai. Dan menteri ini saya lihat sangat proaktif mengenai masalah ini,” ungkap Nurdin.

Kehadiran sang gubernur kepri untuk menyelesaikan pelabuhan malarko tersebut dinilai masyarakat hanya sebuah pencitraan.

Salah satu  masyarakat setempat, Awang Nazir mengatakan gubernur Nurdin Basirun diminta untuk serius menyelesaikan persoalan pelabuhan malarko bukan sekedar untuk pencitraan atau gagah-gagahan sebagai ketua partai didepan masyarakat.

“Entah iye entah tidak pak gubernur tu perjuangkan pelabuhan malarko kepusat,soalnya kami lihat pak nurdin datang tak membawa orang-orang provinsi,macam tak serius aje,”Ujar Awang.

Sementara itu, disosial media (twitter,facebook dan path) ,para netizen mencibir atas kehadiran gubernur Nurdin Basirun di desa Pelambung dengan mengunakan baju partai.

“Itu Gubernur atau ketua partai,”Tulis akun m3lj_390.

“Jangan-jangan nanti nama pelabuhan nya pelabuhan malarko nasdem,”Tulis akun abdul_93.

Ramainya pembicaraan disosmed mengenai sidak gubernur kepri memakai aktribut partai di pelabuhan Malarko Karimun mengundang Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karimun, Rasno angkat bicara.

Menurut Rasno, kehadiran gubernur di lokasi tersebut dinilainya sebagai kepeduliannya terhadap Kabupaten Karimun, namun,gubernur kepri itu juga dinilainya latah dalam urusan negara.

“Kita apresiasi kepedulian gubernur Kepri terhadap karimun,kita tahu semua, memang pelabuhan malarko sudah sangat lama terbengkalai,masyarakat menunggu kelanjutan dari pelabuhan tersebut.kehadiran pak gubernur buat angin segar tetapi kalau iya pun janganlah mengunakan pakaian aktribut partai karena kesannya jadi kegiatan partai bukan kegiatan gubernur, Ujar Rasno.

Rasno juga mengingatkan saat ini gubernur adalah milik masyarakat kepri keseluruhan bukan didominasi oleh sebuah partai.(Richard)