Bisnis Pedagangan Wanita di Batam Kembali di Bidik Polisi

Batam, beritakarimun.com – Tim Buser setreskrim polresta barelang batam berhasil mengungkap jaringan kasus tindak pidana perdagangan orang, Jumat(21/10) di sebuah panti pijat bernama,Asmara-22 yang berada di Komplek Nagoya Paradise Centre Blok N,No. 02 Pasar Angkasa Batam,kecamatan lubuk baja.

Sebanyak 9 orang pelaku diamankan tim Buser polresta barelang batam,yaitu :1. ROFINUS ARIFIN,2. AHMAD SULEHAT,3. HILMY HUSEIN,4. RUDI HARYADI,5. STEVANUS,6. DANY MUSTOFA,7. BAHTIAR EFFENDI,WNA Malaysia,8.MUHAMMAD YAHYA,WNA Malaysia,dan 9.SONY LOBUDI selaku Penanggung Jawab panti pijat tersebut.

Menurut Kasatreskrim polresta barelang,Kompol.Memo Ardian mengatakan,sebelum nya polisi mendapat laporan dari masyarakat bahwa di Lokasi Panti Pijat Asmara-22 kerap terjadi praktik Prostitusi atau Perdagangan Orang dengan kedok pijat(massage) panggilan lewat jaringan telpon.

Memo menambahkan,dalam waktu singkat tim Buser satreskrim polresta barelang batam melakukan pengintaian dan penyamaran (under cover),dari hasil penyergapan yang dilakukan polisi menemukan sejumlah  fakta terjadinya praktik prostitusi atau perdagangan orang dengan tarif kencan seharga Rp. 600.000 hingga dengan harga Rp. 1.500.000 per wanita untuk di kencani.

Dari hasil pemeriksaan kepolisian di lokasi panti pijat Asmara-22 tersebut,polisi juga mengamankan uang tunai sebesar Rp. 1.500.000,yang merupakan pembayaran kencan wanita terhadap pria hidung belang,12 unit Handphone,Kupon antar jemput,2 Unit SPM R2 dan Buku rekap penjualan wanita perhari nya.

Sedikit ada 9 orang pelaku yang di amankan oleh kepolisian,sedangkan 7 korban yang dipaksa melayani pria hidung belang turut diamankan ke Mapolresta Barelang batam,guna di lakukan penyelidikan dan penyidikan oleh kepolisian.

“Sebanyak 9 Pelaku,2 WNA Malaysia selaku pendana panti pijat,dan 7 pelaku dari mucikari hingga pengantar para wanita sesuai pesanan para pria yang ingin kencan,” Ujar Memo.

Kini para pelaku dan korban beserta barang bukti telah diamankan di unit -1 polresta barelang untuk dilakukan pemeriksaan,akibat perbuatan para pelaku di jerat pasal -2 Undang – Undang No-1 Tahun 2007 tentang perdagangan manusia dengan ancaman 15 tahun penjara.(Agus Siswanto)