Terbukti Pakai Narkoba Pejabat Eselon III Bakal Non Job

Karimun, beritakarimun.com – Sebanyak 141 pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun mengikuti tes urine.Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari pelaksanaan asesment bagi pejabat eselon III yang diikuti oleh 136 pegawai.

Kasubbag Umum Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karimun, Jumaidah selaku penanggungjawab tes urine mengatakan, hasil tes yang dilakukan belum dapat disampaikan karena belum dilakukan rekap data.

“Tapi masing-masing individu sudah tahu hasilnya, dari alat yang kita sediakan tiga menit sudah tahu. Tapi itu tadi, kami belum rekap jadi belum tahu hasilnya apakah ada yang positif atau tidak,” ucap Jumaidah disela-sela kegiatan tes urine yang digelar di lantai dasar Gedung Putih Kantor Bupati, Kamis (20/10).

Setelah tes urine yang hanya digelar selama sehari itu selesai, maka BNN Karimun akan melaporkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan BNN pusat mengenai hasilnya. Selanjutnya tinggal BKD yang melanjutkan hasil laoran tersebut kepada atasannya yang lebih tinggi.

Sementara itu, Sapridin yang merupakan pegwai di Dinas di Kelautan dan Perikanan (DKP) mengaku telah mendapatkan pemberitahuan sektiar seminggu sebelum tes urine digelar, yang memang diperuntukkan bagi pejabat eselon III termasuk dirinya.

“Saya tidak terkejut ketika diperintahkan untuk ikuti tes urine. Karena memang sudah siap kapanpun diperintahkan,” katanya.

Dia berharap tes urine bagi pejabat eselon III di lingkungan Pemkab Karimun itu agar betul-betul efekif sesuai dengan yang diharapkan.

Bupati Karimun Aunur Rafiq ketika dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan laporan hasil tes urine, kegiatan tersebut baru selesai siang sekitar pukul 12.00 WIB dan belum ada informasi lebih lanjut. Kalau hasilnya dilaporkan mungkin dalam beberapa hari ini lah.

“Mudah-mudahan negatif semua, saya yakin Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kabupaten Karimun sudah beberapa kali melakukan tes urine, walaupun belum menyeluruh tapi sample yang ada alhamdulillah hasilnya memuaskan,” ujar Rafiq.

Kalau ada yang negatif, Rafiq menegaskan bahwa yang bersangkutan langsung dinyatakan tidak layak untuk mengikuti proses asesment. Bahkan bakal diberikan tindakan tegas berupa non job, karena tidak layak untuk dipromosikan dalam menduduki jabatan.(Acok)