Dari Pedagang Hingga Bupati Ramaikan Reuni Akbar SMA 1 Karimun

Karimun, beritakarimun.com – Sebagai mantan siswa SMAN 1 Karimun yang dulunya bernama SMA 397 berdiri ditahun 1969, Bupati Karimun Aunur Rafiq tampaknya tidak mau melepaskan peluang reuni akbar dari 26 angkatan. Semua teman-temannya ditemui satu persatu salaman dan berpelukan, canda tawa lepas saat agenda dihari pertama berlangsung, Sabtu (8/10) di halaman rumah dinas Bupati Karimun.

Dalam sambutannya selaku tuan rumah pelaksana reuni akbar 26 angkatan itu, Rafiq pun memulai bercerita kenangan yang tidak pernah dilupakannya ketika ia tertangkap oleh seorang gurunya bernama Wati.

“Kenangan yang tidak bisa saya lupakan adalah ketika saya tertangkap saat merokok oleh Bu Wati. Harga rokok waktu itu mahal, mau saya matikan tapi sayang, lalu saya pegang saja sambil menyembunyikan tangan dibelakang. Ternyata kelihatan asapnya dan saya diberikan dua pilihan hukuman, mau dijemur saat apel atau membersihkan semua ruangan majelis guru. Saya pilih bersihkan ruangan, karena kalau hukumannya saat upacara pasti saya malu dilihat kawan-kawan. Ini saya ceritakan bukan karena sakit hati tapi didikan tangan dingin para guru yang memberikan ilmu bermanfaat bagi saya,” ucap Rafiq disambut tawa dan tepukan riuh dari seluruh rekan seangkatannya.

Kenangan lainnya adalah, saat akan bolos sekolah dan baru akan keluar dari lingkungan sekolah, telah kepergok oleh salah seorang guru, bernama Narto. Sehingga tidak jadi melanjutkan niat bolosnya dan kembali ke ruangan kelas untuk belajar.

“Karena jasa baik bapak dan ibu guru ini lah membuat kami berada disni. Tidak bisa kami lupakan itu semua menjadi kenangan manis bagi kami,” kata alumni angkatan tahun 1983 ini.

Para guru yang pernah menygajarnya saat Rafiq masih dibangku SMA puluhan tahun silam itu pun masih tampak kuat ingatannya. Sehingga mengaku sangat senang dan bangga atas aprestasi atau raihan jabatan yang diduduki mantan anak didiknya.

Seorang guru bernama Nasution yang juga sebagai salah satu pendiri SMA 397 Karimun pun bercerita bahwa, gagasan mendirikan SMA tersebut bermula ketika beberapa rekan atau temannya memikirkan untuk membangun fasilitas pendidikan SMA sederajat yang pada tahun 1960 an memang belum ada satu SAMA pun berdiri di Karimun. Setelah menggelar beberapa pertemuan dan didapat fasilitas berupa gedung dan pengajar, maka berdirilah sekolah dengan nama SMA Ampra tahun 1969 yang masih berstatus swasta, dengan lima orang tim pengajar.

“Pada waktu itu saya memegang lima mata pelajaran. Seiring waktu atau hanya beberapa tahun berjalan, kita mulai terdaftar di pusat sehingga menjadi SMA Negeri. Dengan nomor registrasi adalah 397 pada tahun 1968 dengan dipimpin seorang kepala sekolah bernama Drs Marjiono. Nomor registrasi itu lah kita pakai sebagai nama SMA yang dibangun. Tapi status negerinya berlaku surut tahun 1967,” ucap Nasution.

Seiring berjalannya waktu, gedung dan fasilitas lainnya tidak memadai sehingga pindah ke Kapling Kecamatan Tebing dan berganti nama menjadi SMAN 1 Karimun sampai saat ini.

“Kami sebagai guru di angkatan pertama alumni ini sangat bangga, ada alumni sekolah ini menjadi Bupati Karimun. Tentu ini sangat sulit mengumpulkan sebanyak 26 angkatan. Tapi ini luar biasa kita bisa menjalin silaturahmi,” Ungkapnya.

Usai menggelar acara pertemuan reuni akbar di rumah dinas Bupati, kegiatan dilanjutkan dengan jalan santai dan senam sehat serta bakti sosial donor darah pada Minggu pagi (9/10), dihadiri para guru yang sudah sepuh, Bupati Karimun Aunur Rafiq dan anggota DPR RI Dwi Ria Latifa yang juga sebagai alumni tahun 1983. Kegiatan dihari kedua itu pun bertabur ratusan hadiah. Dua unit sepeda motor menjadi hadiah utama .(Acok)