Investor Bintan Ingin Tanjung Hutan Jadi Wisata Market Dunia

Karimun, beritakarimun.com – Destinasi wisata khususnya pemandian air panas di Desa Tanjung Hutan Kecamatan Buru mulai dilirik investor. Sehingga belum lama ini (4/10) Bupati Karimun Aunur Rafiq memboyong pengusaha asal Bintan, dalam hal ini Vice Presiden PT Bintan Resort Cakrawala, Frans Gunara ke lokasi tersebut.

“Kedatangan saya kesini dengan membawa investor adalah bertujuan untuk melihat potensi yang ada di Karimun. Jadi saya tawarkan kawasan di Tanjung Hutan ini yang memiliki sumber air panas alami. Mungkin salah satu yang ada di Kepri, selain kita di Karimun ada juga di Lingga, tapi disana adanya di Gunung Daik, sementara kita letaknya di pesisir pantai dan ini merupakan salah satu potensi yang ada di daerah kita,” ucap Aunur Rafiq.

Pengembangan destinasi wisata di Kecamatan Buru direncanakan akan satu paket dengan transportasi laut dari Karimun sampai ke Tanjung Hutan, dilanjutkan ke Pulau Buru yang akan disuguhi wisata sejarah berupa cagar budaya tuapekon atau vihara serta masjid yang telah berusia ratusan tahun. Selain itu makam Si Badang berukuran panjang yang menurut hikayat legenda memiliki kekuatan luar biasa.

“Jarak tempuhnya dari Pulau Tanjung Hutan ke Pulau Buru sektiar 10 menit. Setelah itu kembali ke Karimun dengan lama perjalanan menggunakan kapal sekitar 30 menit. Intinya akan kita buat semacam wisata satu paket. Tentunya akan melihat perkembangan dan animo masyarakat,” jelas Rafiq.

Sementara itu, Vice Presiden PT Bintan Resort Cakrawala, Frans Gunara mengatakan, dari pengembangan wisata yang dilakukan di Lagoy telah banyak yang menginap. Sehingga sasarannya adalah bagaimana kita mau meningkatkan kunjungan wisata baik jumlah yang datang sampai kepada jumlah hari dalam paket wisata yang ada.

“Dari tiga hari bisa jadi empat hari, bahkan sampai lima hari. Sehingga turis-turus yang datang dengan paket wisata itu kesini tidak lagi kecewa dan tidak bertanya kenapa hanya tiga hari dan ngapain saja. Makanya kita tambahkan waktu paket wisata dan akan diarahkan kesini (Tanjung hutan),” kata Frans.

Menurutnya, banyak yang harus pelajari, apa lagi wisata air panas Tanjung Hutan memiliki potensi besar. Jika di luar negeri hal yang menarik dan unik seperti itu memiliki nilai jual dan daya tarik yang tinggi. Maka perlu konsep yang lebih matang dengan pangsa pasar adalah seluruh dunia.(Acok)