Masyarakat Berharap Kisruh di DPRD Karimun Segera Selesai

Karimun, beritakarimun.com – Para pegawai di lingkungan pemerintahan Kabupaten Karimun mulai was-was lantaran kisruh yang terjadi antara Ketua DPRD Kabupaten Karimun, Muhammad Asyura dengan koleganya tak kunjung usai dan tidak ada itikad baik untuk berdamai.

Kehawatian yang dirasakan saat ini adalah soal tunjangan atau kesra bagi pegawai yang ditakutkan tidak dapat cair lantaran pengesahan APBDP tak ditandatangani oleh sang Ketua DPRD. Beberapa pegawai pun berkeluh kesah kepada Muhammad Asyura kemarin siang.

“Tadi ada beberapa pegawai yang menghubungi saya, mereka khawatir tunjangan atau kesra tidak bisa cair karena APBDP tidak ada tandatangan saya. Kehawatiran itu lantaran saat ini saya masih sebagai Ketua DPRD berdasarakan putusan sela, tapi saat pengesahan kemarin saya tidak diberi kesempatan untuk menandatanganinya (APBDP) dan ini lah yang ditakutkan mereka (pegawai),” kata Asyura, Rabu (5/10).

Sementara gaji para pegawai menurut Asyura, sudah dialokasikan untuk membayar berbagai macam kebutuhan mulai dari air bersih, dan cicilan pinjaman lainnya. Sedangkan untuk keperluan biaya sekolah anak atau lainnya tinggal mengharapkan kesra agar dapat segera cair.

“Pada dasarnya saya tidak akan menghambat apapun yang menjadi hak para pegawai, tapi pengesahan APBDP kemarin itu biarlah hukum yang berbicara sah atau tidaknya. Saya pun turut prihatin, sudah lah kesra mereka dipangkas lalu pencairannya pun diperlambat,” ucap Asyura.

Pegawai lainnya ketika ditanya soal pengesahan APBDP tanpa melibatkan Ketua DPRD pun mengaku khawatir bakal cacat hukum, yang nantinya akan berdampak kepada terlambatnya pencairan serta kepentingan umum atau masyarakat banyak ikut terhambat.

“Kami maunya sudahilah ribut-ribut di DPRD itu, damai saja lah. Ini urusan rakyat, jangan gara-gara masalah internal atau individu mereka berimbas kepada hak kita serta kepentingan masyarakat banyak jadi terhambat,” ucap seorang pegawai perkantoran Pemkab Karimun Gedung E ini.(Acok)