Gubernur Kepri Kesal Dinilai Lamban Soal Poros Maritim

sebarkan:

Batam, beritakarimun.com – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan luas wilayah 96 persen lautan bukan tidak mustahil menjadi  poros maritim dunia. Nawacita presiden RI tentang adanya tol laut tentu diharapkan sebagai peluang bagi daerah ini.

Chairman Riau Pos Group Rida K Liamsi mengatakan, menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros maritim dunia adalah keputusan visioner dan strategis. Dan salah satu poros maritime Indonesia adalah Provinsi Kepri.

“Potensi kelautan yang melimpah, ada tambang. Kepri memiliki Batam, sebuah kawasan ekonomi yang sudah berkembang pesat.Punya industri kemaritiman,”ujar Rida, dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang peluang Kepri menjadi poros maritim dunia, di Politeknik Negeri Batam, belum lama ini (8/9).

Selain itu, lanjut Rida, Kepri sudah menciptakan pusat-pusat petumbuhan ekonomi berbasis maritim, seperti Natuna, Tanjungpinang, karimun, Siantan hingga Batam. Kebijakan Pemprov Kepri tentang konektifitas antar pulau juga sudah terjawab dengan adanya Kapal Roro.

Namun demikian, Rida berharap pemerintah saat ini juga harus gesit memperjuangkan Kepri ditataran pusat agar benar-benar menjadi poros maritim Indonesia. Jangan sampai disabet dari daerah lain.

“Saat ini pemerintah pusat menggelontorkan dana triliunan membangun pelabuhan. Tapi, sayangnya tak satupun berada di Kepri, entah itu di Karimun, Bintan atau dimana saja,”ujarnya.

Selain , Rida di FGD, Andy juga mengkritisi pemerintah daerah agar mampu menarik dana-dana APBN ,karna ia menilai,sudah waktunya pemrov kepri bergerak cepat mengatur strategi untuk mendapatkan dana-dana APBN, dimana diketahui saat ini presiden Jokowi sedang fokus mengenai poros maritim.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang hadir sebagai pembicara sempat meradang saat pertanyaan itu dikemukakan,ia mengatakan segala sesuatu butuh proses. Kepri memang memiliki keunggulan dibidang kelautan. Pihaknya juga sedang merancang.

“Mohon maaf bapak-bapak apakah pak nurdin bisa sulap simsalabim dalam waktu 6 bulan,tak mungkinlah saya kasi tahu terus saya ngotot,saya berteriak,saya bertengkar.saya mengajak teman-teman pada tanggal 14 september 2016 (hari ini)melihat langsung perjuangan-perjuangan saya dipusat.”Ungkap gubernur kepri.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.