Rumah Sakit 30 Miliar di Kundur Kembali Jadi Sorotan

sebarkan:

Kundur, beritakarimun.com – Keberadaan Rumah sakit Tanjung Batu Kundur yang selesai dikerjakan pada tahun 2014 mengundang misteri besar dikalangan masyarakat karimun khusunya di kecamatan kundur. Bagaimana tidak, bangunan proyek senilai Rp.30 Miliar yang berasal dari APBD Provinsi Kepri itu hingga kini tak berpenghuni alias tidak digunakan.

Proyek Dinas Kesehatan Provinsi Kepri yang digarap pada tahun 2012 itu sudah bertahun-tahun berdiri megah, namun tak juga berfungsi untuk masyarakat kundur.

Sebelumnya, pada tanggal 3 agustus 2013 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana saat bertandang ke pulau kundur mengatakan pihak pemrov kepri telah mengusulkan untuk melanjutkan pembangunannya dan tinggal menunggu persetujuan oleh DPRD Provinsi Kepri. Besaran usulan Rp30 miliar itu adalah direncanakan untuk melanjutkan pembangunan fisik tahap kedua, tepatnya bangunan Puskesmas yang saat ini masih digunakan untuk melayani masyarakat Kundur berobat.

Beberapa fasilitas layanan juga telah direncanakan untuk dibangun seperti ruang perawatan, radiologi dan ruangan penunjang lainnya. Termasuk pada desainnya akan dibangun musholla untuk kepentingan pasien dan keluarga agar tidak jauh melakukan ibadah meski berada di rumah sakit.

Sedangkan anggaran sebelumnya dalam pembangunan Rumah Sakit Tanjungbatu telah menghabiskan dana senilai Rp18 miliar. Namun sampai saat ini menurut Tjetjep bangunan itu belum dapat difungsikan karena belum ada aliran listrik serta meubiler atau perlengkapan lainnya.

“Tadinya Rumah Sakit ini mau kita lakukan soft opening, tapi fasilitas listriknya belum masuk, meubiler juga belum masuk. Jadi belum bisa dimanfaatkan” ungkap tjetjep kala itu.

Kini masyarakat kundur masih berharap penuh agar bangunan yang sudah menelan anggaran besar tersebut segera bisa di nikmati dan digunakan.(Zurian)

Bagaimana Menurut Anda?

comments

2 thoughts on “Rumah Sakit 30 Miliar di Kundur Kembali Jadi Sorotan

  • October 11, 2016 at 07:18
    Permalink

    Tak ad perlu dikoment bnyak2 yg pasti nasib anak3 kundur yg pasti anak2 kundur yg kuliah kesehatan mapah merempat tempat org buat cari kerja.. iya klo sesuai gaji kadang2 tk dibayar parahnya lagi abis kuliah pengangguran … ckckckckkckc sangat maju

    Reply
  • October 11, 2016 at 22:15
    Permalink

    Satu kata…LANJUTKAN!!! Kasihani kami bapak/ibu dewan susah nak mampos berobat,kalau demam same pale pneng boleh lah puskesmas tu.tpsaket merengat ni nk pakai rujok pulak ke balai boleh jadi mati kat jalan..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Sebarkan: