Kapal Bea dan Cukai Karimun di Serang Bom Molotov

Batam, beritakarimun.com – Kapal patroli laut BC-6003 milik kantor wilayah direktorat jenderal bea dan cukai khusus kepulauan riau di serang massa kapal pengangkut muatan ballpress atau pakaian bekas asal Malaysia.

Menurut penjelasan Kepala Bidang Penegahan dan Sarana Operasi DJBC Khusus Kepri,Raden Evy Suhartantyo dalam konfrensi pers, Rabu(25/5) yang di gelar Kantor Wilayah DJBC di Jln. Jend. Ahmad Yani Meral Tg. Balai Karimun menjelaskan,peristiwa ini terjadi pada hari (Senin,23 Mei 2016 ) sekitar pukul 00.45 WIB di Perairan Tanjung Siapi-Api dengan posisi 03º04’35” U / 100º00’59” T.

Evy menjelaskan,sebelum nya Kapal Patroli Bea dan Cukai Nomor Lambung BC-6003 telah berhasil melakukan penegahan terhadap kapal KM. Tanpa Nama GT.30 yang membawa muatan 700 ballpress pakaian bekas dari Port Klang Malaysia yang rencananya hendak di bawa menuju Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

Kapal yang di nahkodai oleh DIN (57 Thn)  dan 9 ABK ternyata telah menyiapkan massa sebanyak 23 orang yang turut dalam pelayaran.

Sementara saat petugas patroli  mencoba mendekati kapal tersebut langsung mendapat perlawanan dari ABK dan massa  dengan melenpari bom molotov ke kapal patroli bea dan cukai,selain itu para ABK dan massa juga mengancam dengan senjata tajam berupa parang dan gancu ke arah petugas.

“Kurang lebih satu jam petugas bea cukai baru berhasil menguasai dan menghentikan aksi brutal para ABK dan Massa Kapal KM.Tanpa Nama “kata Evy.

Sementara kapal tegahan dan muatan 700 ballpress,9 ABK dan 23 massa akhirnya dapat ditarik dan diamankan menuju Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas BC,Perkiraan Nilai Barang sebesar Rp. 2.100.000.000,dan perkiraan kerugian negara secara immateril mengganggu perekonomian, perindustrian dan kesehatan, dalam negeri.

Evy menambahkan,modus operandi para pelaku,mengangkut barang larangan pembatasan impor tidak sesuai ketentuan tanpa dilengkapi dokumen.

Alasan penindakan diduga melanggar Pasal 102 huruf (a) UU NO. 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan,yang berbunyi :
“Setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifest sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7A ayat (2); dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah).(Agus Siswanto)

One thought on “Kapal Bea dan Cukai Karimun di Serang Bom Molotov

  • February 14, 2017 at 01:03
    Permalink

    Berita olahraga juga dong

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.