BC Karimun Tangkap Ribuan Gadget Ternama

sebarkan:

Batam, beritakarimun.com – Direktorar jenderal bea dan cukai kantor wilayah khusus Tanjung balai karimun,kepulauan riau,Jumat(1/4) menggagalkan aksi penyelundupan gadget mewah asal singapura sebanyak 1.717 unit,Selain itu DJBC  juga mengamankan aksesoris dan sparepart gadget sebanyak 1.649 pcs yang rencana nya akan di bawa menuju wilayah Tembilahan,Riau Daratan di wilayah perairan kepulauan riau(Kepri).

Aksi penyelundupan tersebut menggunakan Kapal jenis speed boat berkecepatan tinggi,untuk menghindari perhatian dan pengejaran petugas patroli saat berjaga di perairan.

Menurut Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil Ditjen Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau Raden Evy Suhartantyo mengatakan,penangkapan kapal jenis speed boat kecepatan tinggi nya menggunakan modus berpura-pura sebagai pedagang terapung di perairan,kemudian para pelaku menggunakan ship to ship memuat barang elektronik,seperti Handphone atau gadget  lain nya.

Evy menambahkan,modus para pelaku ini menggunakan speedboat berkecepatan tinggi,Handphone berasal dari singapura,kemudian pelaku memasuki wilayah Free Trade Zone(FTZ) terlebih dahulu,kemudian pelaku meneruskan perjalanan dari wilayah FTZ ke wilayah Tembilahan,Riau Daratan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas,menemukan handphone berbagai merk dan tipe mahal,seperti, Samsung Galaxy J5, A7, J2, Note 3, Note-5,Lenovo P70, A1000, S860, S90, A6000, A7000, A6010,Apple Iphone 6, 6+, 6s, 6s+, 5s, 5, 4s,Asus Zenfone Go, Zenfone 2 Laser, Zenfone 2 (ZE551ML), Zenpad 7.0 dengan jumlah total 1.717 unit Hp dengan total nilai barang ± Rp. 4.478.265.000,00,sedangkan total kerugian negara ± Rp. 447.826.500.

Perbuatan pelaku diduga melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 2012 tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan, dan Cukai Serta tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang Ke dan Dari Serta Berada di Kawasan yang Telah Ditetapkan Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Pasal 9 ayat (1) dan Pasal 38 ayat (2) yang berbunyi : Pasal 9 :

(1) Pengangkut    yang    sarana    pengangkutnya    akan  berangkat dari Kawasan Bebas menuju ke :
a. luar Daerah Pabean;
b. Kawasan Bebas lainnya; atau
c. tempat lain dalam Daerah Pabean,
wajib   menyerahkan   Pemberitahuan Pabean atas barang  yang  diangkutnya  sebelum  keberangkatan  sarana pengangkut.

(2) Pengangkut    yang    tidak    memenuhi    ketentuan  sebagaimana   dimaksud   dalam   Pasal   9   ayat   (1), dikenai   sanksi   administrasi   berupa denda   paling sedikit  Rp.10.000.000  dan paling maksimal sebesar Rp100.000.000.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.