Dua Wartawan Inggris Divonis Bersalah di Batam

sebarkan:

BATAM, BERITAKARIMUN.COM – Pengadilan Negeri Batam menyatakan dua wartawan Inggris bersalah melanggar undang-undang imigrasi, dan menjatuhkan hukuman penjara dua bulan 15 hari dan denda Rp25 juta.

Neil Bonner dan Rebecca Prosser, adalah wartawan Inggris yang bekerja untuk perusahaan Wall to Wall, membuat film dokumenter tentang perompakan di Selat Melaka untuk saluran televisi National Geographic.

Dari ruang pengadilan di Batam, Ketua Majelis Hakim Wahyu Prasetyo menyatakan tidak ada kemungkinan lain bahwa Rebecca Prosser dan Neil Bonnerguilty menyadari bahwa mereka telah melakukan pelanggaran dengan melakukan perkerjaan sebagai jurnalis padahal hanya berbekal visa turis.

Hukuman dua bulan 15 hari berarti keduanya bisa bebas dan pulang ke negeri mereka dua hari mendatang.

Namun jaksa penuntut umum memiliki waktu tujuh hari untuk menyatakan banding atas keputusan itu.
Mengguncangkan keluarga

Saat dibawa keluar oleh polisi dari ruang pengadilan, Neil Bonner mengatakan ia lega bahwa bisa segera pulang ke negerinya.

“Tetapi saya merasa sedih bahwa kami terombang-ambing begitu lama dalam kasus ini.”

Ia menyebut pula, peristiwa yang menimpanya merupakan serangan terhadap kebebasan pers.

Sementara itu, saudara perempuan Rebecca, Natalie, meledak dalam tangis waktu vonis dibacakan.

Rebecca Prosser dan Neil Bonner ditangkap akhir Mei lalu saat membuat film dokumenter tentang pembajakan kapal-kapal di Selat Malaka.

Berbagai kalangan mencemaskan, kasus ini merupakan langkah mundur pemerintahan Presiden Joko Widodo, yang sebetulnya berjanji melonggarkan berbagai aturan terkait jurnalis asing.(DON)

Leave a Reply

Your email address will not be published.