Bea Cukai Karimun Gagalkan Penyelundupan Timah Rp 4,5 Miliar

KARIMUN, BERITAKARIMUN.COM – Jajaran Bea Cukai Karimun Kepulauan Riau menggagalkan penyelundupan 20 ton pasir timah senilai Rp 4,5 miliar dengan kapal pengangkut KM Hamidah No 1108/PPq GT-29, berbendera Indonesia.

Pasir timah yang diangkut kapal tersebut berasal dari Ketapang, Kalimantan Barat, diduga hendak diselundupkan ke Tanjung Pengelih, Malaysia.

Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Karimun Khusus Kepulauan Riau (Kepri) R Evy Suhartantyo menjelaskan, KM Hamidah dengan 4 awak kapal itu, dicegat dan ditangkap petugas patroli BC-9004 yang dikomandani Ramal Lumbang di perairan Tokong Malang Biru, beberapa waktu lalu (13/10) sekitar pukul 21.30 WIB.

Ia mengatakan, penindakan terhadap kapal tersebut berawal dari informasi intelijen yang ditindak lanjuti dengan melakukan pengintaian di perairan yang diperkirakan akan dilintasi kapal tersebut.

Petugas patroli, kata dia, menemukan lambung kapal tersebut sarat dengan pasir timah yang dikemas dengan karung eks beras Bulog. Nakhoda kapal SS, yang telah ditetapkan sebagai tersangka saat ditangkap bersama KM Hamidah tidak dapat menunjukkan dokumen pelindung muatan yang sah.

Dijelaskannya, pasir timah yang merupakan bahan tambang mentah dilarang untuk diekspor sehingga pengangkutannya ke luar negeri jelas-jelas melanggar aturan.

“Itu jelas-jelas penyelundupan ekspor. Pasir timah yang diangkut kapal tersebut diduga berasal dari penambangan ilegal di Ketapang,” Ujar Evy.

Berdasarkan perhitungan sementara, pasir timah yang diangkut kapal tersebut berjumlah 20 ton dengan nilai sekitar Rp4,5 miliar, dengan asumsi harga pasir timah 16.000 dolar AS per ton.

Menurut Evy, akibat penyelundupan dan penambangan pasir timah ilegal adalah rusaknya lingkungan hidup, ekonomi, industri dan perdagangan.

Kini tersangka SS diancam dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar.(ANT)

Leave a Reply

Your email address will not be published.