Direktur RSUD di Tetapkan Jadi Tersangka

KARIMUN, BERITAKARIMUN.COM – Penyelidikan perkara dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Kabupaten Karimun, menggunakan dana APBN tahun 2104 senilai Rp 6,7 miliar, mulai masuk tahap penetapan tersangka.

Untuk penetapan tersangka secara resmi, penyidik hanya tinggal menunggu Surat Perintah (Sprint) yang ditanda tangan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri, Sudung Situmorang SH.

“Kasus dugaan korupsi pengadaan Alkes di RSUD Kabupaten Karimun, pasti ditingkatkan ke penyidikan. Setiap sprint penetapan tersangka yang masuk ke meja saya, tidak ada cerita tidak saya tanda tangan. Kalau hasil penyelidikan ditemukan tindakan melawan hukum yang mengakibatkan adanya kerugian negara, tidak ada ceritanya saya tunda-tunda menangkap tersangkanya,”Ujar Sudung, Senin (15/6).

Sementara informasi yang diperoleh di Kejati Kepri, dalam surat sprint penetapan tersangka yang akan ditanda tangan Kajati Kepri terdapat dua nama tersangka.

Keduanya dianggap sebagai pihak yang paling bertanggungjawab, yakni Direktur RSUD Kabupaten Karimun, Dokter Agung Martyarto dan SN, selaku Direktor PT Karya Global Sarana (PT KGS).(DAVA)

Leave a Reply

Your email address will not be published.