Rumput Laut Moro di Minati di Philipina

MORO, BERITAKARIMUN.COM –  Masyarakat Kecamatan Moro, khususnya warga Pulau Bahan, kini menjadikan rumput laut yang tumbuh di atas karang sebagai primadona untuk menambah penghasilan.

Dari mengumpulkan rumput, seorang warga bisa menghasilkan uang sebesar Rp 100 ribu per hari.

”Kami mengumpulkan ketika air laut surut. Biasanya satu orang saja bisa menerima hasil jual rumput laut sebesar Rp 100 ribu per hari,” Ujar Malik, warga Pulau Bahan selaku penampung, Sabru (15/5).

Lain halnya dengan warga  yang bekerja di darat.

Maksudnya, yang khusus menyortir rumput laut batu karang sebelum dijual.

”Mereka hanya menerima upah Rp 25 ribu per hari,” lanjutnya.

Rumput laut karang ini, kata Malik, sudah berhasil dipasarkan dua kali.

Pertama dijual ke negara Philipina sebanyak 25 ton. Sedangkan kedua, memenuhi permintaan pasar di Jakarta sekitar 17 ton.

Rumput laut karang diangkutnya menggunakan kapal dari Pulau Bahan ke Batam. Selanjutnya dari Batam menuju Jakarta. Sebelumnya, pernah diekspor ke Philipina melalui Batam.

”Tapi saat ini sudah tidak dibenarkan lagi, makanya dijualnya ke Jakarta,” jelas Malik.(NET)

Leave a Reply

Your email address will not be published.