Samad Dicecar 41 Pertanyaan

sebarkan:

KARIMUN, BERITAKARIMUN.COM – Penahanan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non Aktif, Abraham Samad (AS) dilakukan setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sulawesi Selatan dan Barat Sulselbar memeriksanya selama enam jam.

Pengumuman penahanan AS disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sulselbar, Kombes Pol Joko Hartanto kepada wartawan di gedung Direskrimum, Selasa (28/4) malam.

AS tiba di Direskrimum sekitar pukul 13.15 wita, pamit untuk sholat sebentar lalu menjalani pemeriksaan hingga pukul 19.30 wita, jeda hanya untuk salat ashar dan magrib.

Usai pemeriksaan, suasana di ruang penyidik terlihat santai, AS ngobrol seperti biasa dan diselingi tawa dengan para penyidik yang sebelunnya bergantian memeriksanya.

Adnan Buyung Azis, salah seorang pengacara yang mendampinginya mengatakan, AS dicecar 41 pertanyaan yang sebenarnya hanya 38 namun berkembang. AS lebih banyak diam atau menyangkal jika penyidik mengarahkan pertanyaan tentang Feriyani Lim. AS mengaku tidak kenal dengan wanita tersebut.

Menurut Joko, dari hasil pemeriksaan terhadap AS, telah ditemukan bukti yang cukup bahwa AS diduga melakukan tindak pidana sesuai dengan pasal 264 ayat (1) sub pasal 266 ayat (1) KUHP dan atau pasal 93 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2006 yang sudah diperbarui menjadi UU No 24 tahun 2013 tentang Kependudukan.

Kemudian, dari hasil analisa penyidik, berdasarkan fakta hukum maka tersangka AS dilakukan upaya hukum berupa penahanan dengan pertimbangan secara subyektif dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi tindak pidana, merusak atau menghilangkan barang bukti.

Kemudian, secara obyektif dugaan pasal yang ditersangkakan kepada AS dengan ancaman hukuman 5 (lima) tahun atau lebih sesuai dengan pasal 21 ayat (4) KUHAP.

“Barang bukti kartu keluarga (kk) yang seharusnya dibawah oleh AS, itupun tidak menjadi masalah karena yang didapatkan dari Dinas kependudukan Kota Makassar jadi juga dan dianggap sah,” katanya.

Ditambahkan Joko, berkas pemeriksaan AS akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan, minggu ini, sementara Feriyani Lim (FL), wanita asal Pontianak, Kalimantan Barat yang dibuatkan KTP dan KK untuk kelengkapan kepengurusan paspor, masih berada di Jakarta dan belum ditahan. Terkait tersangka tersebut, berkas AS akan di kirim ke Mabes Polri.

Kendati sudah diumumkan penahanannya, namun hingga pukul 22.00 Wita, AS belum masuk ruangan penahanan dan masih berada di ruang penyidik bersama tim kuasa hukumnya. Upaya negosiasi terus dilakukan untuk membebaskan AS, para penasihat hukum bersedia menjadi penjamin untuk membebaskan AS.

Sekitar delapan petugas yang dilengkapi senjata laras panjang siap menunggu perintah mengeksekusi AS ke dalam sel tahanan Direskrimum yang terletak di labtai satu gedung tersebut.(SAID)

Leave a Reply

Your email address will not be published.