HIV/AIDS di Karimun Juara Dua Se-Kepri

HIVAIDS di Karimun Juara Dua Se-KepriKARIMUN, BERITAKARIMUN.COM – Tingkat penularan penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Karimun tertinggi kedua di Provinsi Kepulauan Riau setelah Kota Batam, berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Karimun.

“Karimun penyumbang kedua dalam kasus penularan HIV/AIDS di Kepri, setelah Batam. Sedangkan untuk Provinsi Kepri secara nasional terjadi penurunan dari rangking 4 menjadi 12,” kata Ketua Umum Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Karimun Aunur Rafiq dalam “Workshop” Penanggulangan HIV/AIDS di Tanjung Balai Karimun, belum lama ini (25/9).

Aunur Rafiq menjelaskan, berdasarkan grafik, maka kasus HIV/AIDS di Karimun terjadi peningkatan setiap tahun. Pada 2012, kasus penderita positif HIV sebanyak 62 orang dan positif AIDS 75 orang, pada 2013 positif HIV 81 orang dan AIDS 13 orang, sedangkan untuk 2014 terhitung sejak Juni, kasus HIV 51 orang dan AIDS 4 orang.

Dari jumlah kasus selama 2013, sebanyak 4 kasus merupakan ibu hamil dan pada periode Juni 2014 sebanyak 3 orang. Sedangkan anak-anak berusia di bawah 4 tahun yang positif AIDS periode yang sama 2014 sebanyak dua orang.

“Jika dilihat dari tingkat usia, maka penderita HIV/AIDS rata-rata masih berusia produktif, antara 16 hingga 50 tahun,” Ujarnya.

Wakil Bupati Karimun itu memaparkan, penularan wabah HIV/AIDS dari tahun ke tahun makin meluas, tidak hanya dari kelompok berperilaku seks bebas seperti wanita pekerja seks komersial atau masyarakat dengan penghasilan rendah, tetapi merambah kepada kelompok masyarakat lain seperti ibu rumah tangga dan pegawai negeri sipil.

“Ini menjadi peringatan dan perhatian serius bagi bahwa setiap kelompok masyarakat berisiko tertularnya HIV/AIDS. Salah satu cara memerangi wabah ini adalah bersikap setia terhadap pasangan dan menghindari perilaku seks bebas,” katanya.

Tingginya penularan HIV/AIDS, menurut dia menjadi problema serius karena bertentangan dengan satu dari empat azam (slogan) Karimun, yaitu azam peningkatan iman dan takwa.

“Kita sangat prihatin. Penyediaan alat kontrasepsi di hotel sama saja melegalkan seks bebas yang mengundang penularan HIV/AIDS,” ucapnya.

Ia meminta kaum perempuan tampil di depan dalam menyelamatkan keluarganya dari bahaya wabah mematikan itu, sehingga generasi muda tidak terjerumus dalam pergaluan dan seks bebas.

Para peserta workshop diharapkan berperan menciptakan lingkungan yang religius serta mempengaruhi masyarakat untuk tidak lagi menutup mata dengan bahaya HIV/AIDS.

Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA), jumlah penderita HIV/AIDS di Provinsi Kepri terhitung April sampai Juni 2014 sebanyak 382 kasus.

KPPA juga mencatat kasus HIV/AIDS di tingkat pusat, pada April-Juni 2014 dari kalangan tenaga profesional medis 18 orang, artis 2 orang, tenaga profesional 3, TNI/Polri 4, pelaut 9, pelajar dan mahasiswa 23, penjaja seks 27, supir 48, PNS 48, buruh kasar 115, ibu rumah tangga 286, wiraswasta 290, karyawan 336, petani dan nelayan 55 orang.(AN)

2 thoughts on “HIV/AIDS di Karimun Juara Dua Se-Kepri

  • September 29, 2014 at 06:38
    Permalink

    koreksi sedikit…Data itu bukan dari kementerian perlindungan perempuan dan anak tapi tidak dari KPA (KOMISI PENANGGULANGAN AIDS) KABUPATEN KARIMUN…TRD Erwan Muharuddin, Sekretaris KPA KABUPATEN KARIMUN

    Reply
  • September 29, 2014 at 08:40
    Permalink

    Terima kasih atas informasinya

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.